Happy and Sad Ending (?)

Sabtu, 31 Agustus 2013

Waktu berjalan begitu cepat. Sangat cepat bahkan. Dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari, bahkan 1 detik yang akan datang. Tiada yang mengetahui itu semua kecuali Yang Maha Kuasa. Memang kita berusaha dan berdoa agar setiap apa yang kita lakukan dapat menjadikan kita dan orang-orang di sekitar kita lebih baik. Namun memang sejatinya semua sudah ada "garisnya".
25 Agustus 2013 - Ya, itu adalah hari dimana kakak laki-laki saya berulang tahun yang ke-23. Seperti biasanya, saya selalu ingin membuat senang orang-orang yang ada di sekitar saya, terutama orang-orang yang saya sayangi. Surprise? Ya benar sekali. Kali ini tema surprise ulang tahun kakak saya adalah "The Red Devil" yang tidak lain adalah sebutan dari klub sepak bola dari Inggris yaitu Manchester United. Kenapa harus MU? Kakak saya memang tidak begitu fanatik dengan sepak bola, tapi dia sangat menyukai klub yang digawangi oleh Robin Van Persie dan kawan-kawannya. Oke tanpa berfikir panjang akhirnya saya memutar otak mau dibuat apa "MU" ini. Akhirya setelah mendapat pencerahan dari Tanya, saya memutuskan untuk membuat semacam scrapbook mini dengan desain logo Manchester United. Di dalam scrapbook mini itu nantinya akan berisi ucapan dan harapan dari orang-orang dekatnya, yaitu : Bapak, Ibu, Stella, saya dan Tanya. Dalam pembuatannya saya mengalami kendala yang cukup berat karna kakak saya berada di rumah, begitupun juga saya. Jadi untuk membuatnya, saya harus bergerilya agar tidak ketahuan kakak saya. Setiap kakak saya tidur, saya langsung lembur menggarap scrapbook itu, dan sering saya begadang sampai tidak tidur malam. Karna Stella berada jauh di sana di Jakarta, akhirnya saya suruh untuk mengirimkan ucapannya lewat SMS, yang nantinya akan saya tulis tangan di lembar bagian Stella. Begitupun juga Tanya, karna dia ada di Surabaya, dia berinisiatif untuk membuat kartu ucapannya sendiri, kemudian di scan dan dikirimkan via email. Lalu saya tinggal mencetak dan menempel di lembar bagian Tanya. And this is it! (foto menyusul ya!)
Karna pada tanggal 25 Agustus saya harus ke Surabaya untuk keperluan kampus, jadi scrapbook itu dan kadonya saya taruh di dalam box kamar, yang nantinya box itu akan dicari sendiri oleh kakak saya setelah nanti saya mengirim SMS surprise ke kakak saya. Dan tiba saatnya pukul 00.10 saya mengirimkan SMS surprise yang memberi petunjuk untuk mencari surprise tersebut. Finally, he got it! Very hope he gonna be like it.
 26 Agustus 2013 - Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Ada suka pasti ada pula duka. Setelah bersuka cita merayakan ulang tahun kakak saya, sehari setelah itu dan tepat setelah saya memposting blog "Sound of This Morning" ketika saya rebahan di tempat tidur, handphone saya berdering. Ya, itu telepon dari Ibu saya, dalam batin saya ada apa ini kok tumben telepon siang-siang, tidak seperti biasanya. Dengan pasti saya menekan tombol bergambar gagang telepon berwarna hijau, dan sontak jantung saya berdebar mendengar Ibu saya menangis. Hanya bisa menganga ketika Ibu saya berbicara, "Le, ndang mulih. Mbah gak enek" (Nak, segeralah pulang. Mbah tidak ada). Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un, speechless dan semua badan terasa kaku. Segera saya menelpon kakak saya untuk mengajaknya pulang. Akhirnya kami pulang dengan Bulek (tante) dengan mobil karna kami memang tidak diperbolehkan pulang menaiki sepeda motor.
Sepanjang perjalanan pulang, yang ada hanya badah terasa lemas, wajah pucat dan ingin pingsan rasanya. Namun mulut ini tak berhenti untuk berdzikir dan berdoa. Hal yang paling saya sesali adalah ketika saya kembali ke Surabaya, saya tidak berpamitan dengan Mbah saya karna beliau terlihat tidur nyenyak sehingga saya tidak berani membangunkan. Padahal saya tidak pernah absen untuk pamit setiap saya balik ke Surabaya. Ya, memang saya dan kakak saya sangat dekat dengan beliau karna memang kami tinggal di satu atap dan setiap hari bertemu.
Handphone berdering kembali, dan kami mendapat arahan untuk langsung ke makam karena jenazah almarhumah Mbah saya sudah mau dibawa ke makam. Walaupun saya tidak sempat melihat wajah beliau sebelum dimakamkan, tapi saya bersyukur masih bisa mengikuti prosesi pemakaman Mbah saya. Selain itu saya sempat merekam video Mbah saya ketika lebaran, jadi saya masih bisa memutar video itu kapanpun ketika saya rindu dengan Mbah saya. 21 tahun bersama Mbah, dari saya lahir sampai saya dewasa, banyak sekali cerita bersama Mbah. Semuanya takkan saya lupakan, Mbah. Maaf jika selama ini saya banyak menyakiti hati Mbah, suka bandel kalo disuruh. Dan saya hanya bisa berdoa semoga Mbah mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya, mendapatkan surga Allah kelak di hari akhir nanti. Selamat jalan, Mbah. Semoga engkau tenang di sana.

0 komentar:

Posting Komentar